Sumber Gambar: Persebaya
Persebaya Surabaya terus mempersiapkan diri jelang perhelatan musim baru Super League 2026-2027. Manajemen Bajol Ijo menunjukkan keseriusannya dengan menerapkan metode pengukuran kondisi fisik berbasis teknologi digital kepada seluruh pemain. Langkah ini dilakukan untuk memberikan tim pelatih informasi yang lebih akurat saat menyusun rencana latihan mereka dan juga untuk mengurangi risiko cedera selama musim kompetisi.
Setiap penggawa Persebaya diharuskan menjalani pemeriksaan fisik yang bertujuan untuk mengukur kondisi fisik setiap pemain. Hasil pemeriksaan ini nantinya akan digunakan oleh tim kepelatihan untuk menentukan tingkat latihan yang tepat untuk setiap pemain.
Diogo Carvalho selaku pelatih fisik Persebaya, mengatakan bahwa menggunakan teknologi modern memiliki banyak keuntungan karena dapat melihat kondisi fisik pemain lebih rinci daripada metode konvensional.
"Melalui sistem ini kami dapat mengukur berbagai aspek kemampuan fisik pemain, terutama kekuatan otot dan daya ledak. Kami mengevaluasi kekuatan otot abduktor, otot paha depan, kemampuan lompatan vertikal dan horizontal, serta kondisi hamstring," ujar Diogo, dikutip dari laman resmi Persebaya, Sabtu (11/7/2026).
Ia juga mengatakan bahwa data ini membantu tim pelatih mengidentifikasi ketidakseimbangan kekuatan antara sisi kanan dan kiri tubuh pemain. Oleh karena itu adanya program latihan ini dapat disesuaikan untuk meningkatkan performa pemain selama musim kompetisi Super League 2026–2027 yang ketat.
Portal berita terpercaya dengan update terbaru setiap hari.