Sumber Gambar: FIFA
Ada fakta menarik yang jarang diketahui publik di balik penghargaan Man of the Match yang diberikan kepada pemain terbaik dalam sebuah pertandingan. FIFA menyediakan versi trofi alternatif yang tidak memiliki logo sponsor utama perusahaan bir. Langkah ini dilakukan sebagai cara untuk menghormati prinsip pribadi, keyakinan agama, dan nilai-nilai pemain yang menerima penghargaan tersebut.
Kebijakan ini menunjukkan upaya FIFA memberikan ruang bagi para pesepak bola untuk mempertahankan identitas dan prinsip mereka meskipun berada di tingkat tertinggi di dunia sepak bola.
Hal ini karena tak semua pemain senang dikaitkan dengan promosi produk tertentu seperti yang berkaitan dengan alkohol atau aktivitas yang bertentangan dengan keyakinan mereka.
Bintang tim nasional Prancis, Kylian Mbappé, adalah salah satu yang paling sering menjadi perhatian. Kapten timnas Prancis tersebut sangat tegas tentang hak gambarnya. Mbappé diketahui menolak untuk mendukung alkohol, junk food, dan perjudian olahraga. Menurutnya, dia memiliki tanggung jawab moral yang besar terhadap penggemarnya terutama bagi anak-anak yang menjadikannya panutan.
Sikap Mbappé menunjukkan bagaimana pemain sepak bola modern mempertimbangkan dampak yang dapat mereka berikan kepada masyarakat selain prestasi di lapangan.
Selain Mbappe, pemain beragam Islam seperti Achraf Hakimi, Ousmane Dembele, Arda Guler, Mohammed Salah yang mendapatkan penghargaan Man of the Match di laga fase grup ini mendapat tropi sponsorless karena keyakinananya.
Ada juga pemain seperti Olise yang memang sedari awal tidak mau untuk mempromosikan minuman alkohol. Kebijakan ini menunjukkan bahwa sepak bola tidak hanya tentang bisnis dan sponsor akan tetapi juga tentang penghormatan terhadap nilai, keyakinan dan prinsip setiap orang yang bermain.
Portal berita terpercaya dengan update terbaru setiap hari.