Sumber Gambar: Bleacher Reports
Laga terakhir Grup H antara Uruguay dan Spanyol di Piala Dunia 2026 tidak hanya menyajikan tensi tinggi di atas lapangan, tetapi juga meninggalkan drama besar yang berlanjut hingga ke ruang ganti. Pertandingan yang berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk La Furia Roja itu menjadi permulaan banyaknya masalah yang kini menghantui kubu Uruguay.
Setelah gagal menghentikan permainan agresif Lamine Yamal dan rekan-rekannya, Uruguay harus mengakui keunggulan Spanyol dalam pertandingan tersebut. Kekalahan tersebut meningkatkan tekanan pada tim yang dilatih Marcelo Bielsa, karena publik Uruguay sangat menantikan turnamen ini. Sebelum pertandingan berakhir. Pada menit ke-95 pemain Uruguay, Agustin Canobbio menerima kartu merah karena terlibat dalam insiden yang membuat laga menjadi lebih panas. Kartu merah tersebut menunjukkan frustrasi yang terus dirasakan para pemain Uruguay selama pertandingan.
Meski peluit panjang telah dibunyikan drama ini masih berlanjut usai laga berakhir. Sebagian laporan media mengatakan suasana di ruang ganti Uruguay jauh lebih panas daripada di lapangan. Hubungan antara para pemain dan Marcelo Bielsa disebut terputus. Menurut beberapa media internasional, permasalahan tersebut sebenarnya sudah mulai muncul sebelum Uruguay menghadapi Spanyol. Empat pemain senior yakni Sergio Rochet, Manuel Ugarte, Rodrigo Bentancur, dan Federico Valverde dikabarkan meminta pertemuan khusus dengan Bielsa.
Dalam pertemuan itu, para pemain menyampaikan keluhan mengenai intensitas latihan yang dianggap terlalu berat dan menjadi salah satu penyebab banyaknya pemain mengalami masalah kebugaran maupun cedera selama turnamen. Para pemain senior juga menyarankan perubahan taktik untuk Uruguay saat menghadapi Spanyol. Mereka meminta mereka bermain lebih sederhana dengan menggunakan blok pertahanan rendah dan mengandalkan serangan balik cepat untuk menghentikan dominasi bola lawan.
Namun, Bielsa yang dikenal sebagai pelatih dengan prinsip kuat menolak usulan tersebut. Pelatih asal Argentina itu memilih tetap mempertahankan filosofi permainan menyerang yang selama ini menjadi ciri khasnya. Bahkan dalam rapat tim yang berlangsung sekitar 48 menit, Bielsa disebut memberikan penjelasan panjang mengenai alasan dirinya tetap ingin meladeni Spanyol secara terbuka.
Sebuah laporan beredar menyatakan bahwa Bielsa sempat sangat emosi selama rapat tersebut. Sejak era pasca pensiun Luis Suarez dari tim nasional, dia dikabarkan menuduh beberapa pemain tidak lagi mendukung kepemimpinannya dan telah berusaha mendorong pergantian pelatih. Beberapa pemain kehilangan kesabaran karena ketegangan, dan beberapa bahkan memilih meninggalkan ruangan sebelum pertemuan selesai. Bek Barcelona Ronald Araujo sempat menyatakan kekecewaannya dengan kondisi tim.
Sekarang, kekalahan Uruguay dari Spanyol bukan hanya masalah hasil pertandingan; hubungan antara pemain dan pelatih mereka berpotensi menjadi masalah yang jauh lebih besar. Konflik internal ini dapat menjadi masalah terbesar bagi Uruguay setelah berakhirnya perjalanan mereka ke Piala Dunia 2026 jika tidak segera diselesaikan.
Portal berita terpercaya dengan update terbaru setiap hari.