Sumber Gambar: @ileague
Nasib pemain, pelatih, dan ofisial dari PSBS Biak tengah dalam sorotan publik. Dilaporkan bahwa 54 anggota tim tidak menerima kompensasi ataupun gaji selama empat bulan. Erol Iba, Asisten Manajer PSBS, menghampiri ke PT I.League untuk menuntut hak-hak yang belum dibayarkan oleh tim manajemen Badai Pasifik.
PSBS Biak sendiri baru saja menjalani musim yang mengecewakan. Klub berjuluk Badai Pasifik itu harus terdegradasi ke Championship setelah menutup Super League 2025/26 sebagai juru kunci klasemen. Di tengah hasil buruk di lapangan, persoalan finansial justru semakin membebani seluruh anggota tim.
Erol menyatakan bahwa selama enam bulan terakhir, pihaknya telah menagih pembayaran kepada direksi klub berulang kali, tetapi belum mendapatkan kepastian. PT I.League juga mengusulkan agar direksi PSBS segera berkumpul untuk mencari solusi.
Ketika ditemui wartawan, Yunus Nusi, Sekretaris Jenderal PSSI, menyatakan bahwa tunggakan gaji dapat dilunasi melalui dana kontribusi klub yang masih ada di PT I.League. Namun, dia menyatakan bahwa direksi PSBS gagal menyelesaikan administrasi yang diperlukan, yang menghambat proses pencairan.
Erol berharap kedatangannya ke PT I.League akan membuat direksi klub memperhatikan masalah tersebut. Menurutnya, tidak hanya para pemain dan ofisial yang terkena dampak tunggakan gaji, tetapi juga anggota keluarga mereka yang telah berbulan-bulan menunggu kompensasi mereka.
Portal berita terpercaya dengan update terbaru setiap hari.