Duo Inggris yang Menghidupkan Mimpi "It's Coming Home"

Bagikan:
πŸ“… 12 Jul 2026 β€’ πŸ‘οΈ 19 views β€’ 🏷️ Dunia β€’ ✍️ WJ Budi Sumber Gambar: @FA

Kemenangan 2-1 Inggris atas Norwegia di babak perempat final Piala Dunia 2026 bukan hanya memastikan langkah The Three Lions ke semifinal. Lebih dari itu, laga tersebut kembali menunjukkan betapa berbahayanya duet Harry Kane dan Jude Bellingham yang tengah berada dalam performa terbaik sepanjang turnamen.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia Inggris, dua pemain tim sama-sama mencetak lebih dari lima gol dalam satu pertandingan. Jude Bellingham dan Harry Kane kini mengumpulkan enam gol dan satu assist, menjadikan keduanya sebagai pendorong utama perjalanan Inggris ke empat besar.

Menariknya, keduanya datang ke Piala Dunia dengan kondisi yang bertolak belakang. Kane tampil penuh kepercayaan diri setelah menutup musim 2025-26 bersama Bayern Munich sebagai top skor Bundesliga dengan torehan 60 gol dan 7 assist. Sebaliknya, Bellingham menjalani musim yang buruk bersama Real Madrid dengan hanya mencetak 8 gol dan 5 assist.

Meskipun mereka memiliki modal yang berbeda akan tetapi keduanya tampil dengan sangat baik dan kompak di Piala Dunia. Statistik yang hampir identik dari keduanya menunjukkan bahwa Kane dan Bellingham sedang "on fire" dan menjadi pilar utama kampanye Inggris untuk mewujudkan mimpi "It's Coming Home".

Di semifinal, Inggris akan menghadapi Argentina yang sebelumnya menyingkirkan Swiss dengan skor 3-1. Pertemuan ini menjadi duel internasional ke-15 antara kedua negara sekaligus yang pertama sejak laga persahabatan tahun 2005 di Stade de Genève, Swiss. Saat itu Inggris menang 3-2 lewat dua gol Michael Owen dan satu gol Wayne Rooney, sedangkan Argentina membalas melalui HernÑn Crespo dan Walter Samuel.

Meski bukan rival tradisional di sepak bola, laga Inggris kontra Argentina selalu menyimpan tensi tinggi. Kenangan buruk dari gol "Tangan Tuhan" dan dribble solo legendaris Diego Maradona lalu menjebol gawang Inggris dengan indah pada Piala Dunia 1986 masih melekat dalam ingatan rakyat Raja Charles. Sebaliknya, Argentina memiliki ikatan sejarah terkait sengketa Kepulauan Malvinas (Falkland) yang kerap memberi dimensi emosional setiap kali kedua negara bertemu di lapangan hijau.


πŸ“° Berita Terkait
Spanyol
Malangnya Frenkie De Jong di Barcelona
Spanyol
Pemain Madrid yang Mencuri Perhatian Mourinho
Eropa
Musiala Jalani Operasi Pasca Cedera Serius
Spanyol
Atletico Madrid Gugat Barca dalam Kasus Julian Alvarez
Eropa
Lewandowski: Spanyol Bisa Juara Pildun Lagi