Istana Kepresidenan Yogyakarta Resmi Dibuka Gratis bagi Pengunjung

Bagikan:
📅 10 Jul 2026 • 👁️ 26 views • 🏷️ Jogja • ✍️ WJ Budi Sumber Gambar: @kompas

Kabar baik bagi masyarakat yang hendak belajar tentang sejarah perjuangan bangsa demi negara. Program ISTURA (Istana untuk Rakyat) kini resmi memberikan kunjungan gratis ke Gedung Agung Yogyakarta, juga dikenal sebagai Istana Kepresidenan. Adanya program ISTURA ini agar masyarakat dapat menikmati keindahan arsitektur istana selain mendapatkan pengalaman pendidikan yang menggabungkan nilai-nilai bangsa, sejarah, seni, dan budaya dalam satu kunjungan.

Informasi yang diberikan oleh Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjukkan bahwa program ini mencakup berbagai demografi, termasuk pelajar, mahasiswa, keluarga, komunitas, lembaga, dan masyarakat umum. Kunjungan ke Gedung Agung yang terletak di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta memberi pengunjung kesempatan untuk mempelajari sejarahnya.

Seluruh kunjungan tidak dipungut biaya. Namun, masyarakat diwajibkan melakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui sistem reservasi daring di laman isturaiky.page. Calon pengunjung harus mengajukan permohonan dan mengisi formulir pendaftaran sebelum memperoleh jadwal kunjungan resmi.

Selama kunjungan, pengunjung harus mematuhi sejumlah peraturan selama berada di istana. Beberapa di antaranya adalah menghindari menyentuh koleksi museum, menghindari menggunakan lampu kilat saat mengambil foto, dan selalu mengikuti arahan petugas untuk memastikan bahwa bangunan dan benda bersejarah yang ada di dalamnya tetap terjaga.

Gedung Agung memiliki sejarah penting bagi bangsa Indonesia. Saat Yogyakarta menjadi Ibu Kota Republik Indonesia dari tahun 1946 hingga 1949, gedung ini berfungsi sebagai pusat pemerintahan. Selain menjadi saksi berbagai peristiwa penting, Gedung Agung juga menyimpan beragam koleksi seni, dokumen, dan benda bersejarah yang mencerminkan perjalanan panjang bangsa.


📰 Berita Terkait
Jogja
Lanjutkan Tren Penguatan, Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 2,62...
Jogja
Pasar Kripto Fluktuatif, Investor Indonesia Makin Selektif C...
Jogja
Gunung Kidul Berpotensi Kekeringan, Lebih dari 114 Ribu Warg...
Jogja
Istilah "Londo Ireng" Kembali Mencuat dan Menuai Kritik Publ...
Jogja
Alasan Kesehatan, Hotman Paris Resmi Mundur dari Pengacara E...